Monday, 11 September 2017

Komponen Aplikasi Android

Aplikasi android ditulis dengan bahasa pemrograman java. Semua file kode intermediate dan asset disatukan dalam satu paket berupa file berekstensi .APK, sebuah file yang dapat didistribusi. Tiap file .APK adalah sebuah aplikasi tunggal. Komponen aplikasi Android terdri dari beberapa jenis, antara lain:

a.      Activity
Activity adalah istilah yang digunakan dalam pemrograman Android untuk mengacu pada satuan interaksi dengan pengguna melalui antarmuka grafis (GUI). Sebagai satuan interaksi , Activity adalah tampilan yang anda lihat dilayar seperti windows atau dialog pada pemrograman aplikasi desktop. Tiap aplikasi dapat terdiri dari nol atau lebih activity. Selain sebagai satuan interaksi dengan pengguna, Activity juga satuan eksekusi. Sebagai satuan eksekusi, Activity selalu memiliki paling tidak satu buah thread, yakni thread utama yang digunakan untuk memperbarui tampilan user-interface (UI Thread).

b.      Intent
Intent adalah isitilah yang digunakan dalam pemrograman Android untuk mengacu pada mekanisme berbagi pesan pemberitahuan atau bertukar data Activity atau untuk menjalankan aplikasi lain.

c.       Service
Service adalah komponen aplikasi yang berjalan dibelakang layar tanpa user-interface untuk menyediakan layanan tertentu seperti mengecek RSS feed secara continue. Service tetap berjalan meski Activity mengendalikannya telah berhenti. Media player adalah sebuah contoh aplikasi yang menggunakan Service.

d.      Content Provider
Content Provider membuat suatu aplikasi dapat berbagi sejumlah data tertentu kepada aplikasi lain. Jika membutuhkan data nama – nama kontak, aplikasi anda tinggal meminta data tersebut.

e.       Broadcast Receiver
Broadcast Receiver adalah komponen yang memantau, menerima, dan bereaksi terhadap pesan yang disebarkan, baik oleh system maupun aplikasi lain. Misalnya, ketika baterai lemah, Android akan mengirim pesan “baterai lemah” kepada semua broadcast receiver yang ingin diberitahu pesan ini. Untuk menggunakan receiver, melengkapi metode onReceiver(), dan mendaftarkannya di AndroidManifest.xml atau dengan metode Conten.registerReceiver(). Instance broadcast receiver hanya valid selama pemanggilan metode onReceiver() sehingga anda tidak boleh menyimpan referensi ke instance ini. Satu hal yang dapat anda lakukan ketika onReceiver() dipanggil adalah mewakilkannya kekomponen lain, misalnya dengan memanggil metode startActivity() atau startService() milik Context.

No comments:

Post a Comment

File Manifest Android

Tiap aplikasi android hanya memiliki satu file manifest ( AndroidManifest.xml ). File manifest berisi semua informasi penting terkait aplik...