Aplikasi
android ditulis dengan bahasa pemrograman java. Semua file kode intermediate dan
asset disatukan dalam satu paket berupa file berekstensi .APK, sebuah file yang
dapat didistribusi. Tiap file .APK adalah sebuah aplikasi tunggal. Komponen
aplikasi Android terdri dari beberapa jenis, antara lain:
a.
Activity
Activity adalah istilah yang digunakan dalam
pemrograman Android untuk mengacu pada satuan interaksi dengan pengguna melalui
antarmuka grafis (GUI). Sebagai satuan interaksi , Activity adalah tampilan
yang anda lihat dilayar seperti windows atau dialog pada pemrograman aplikasi
desktop. Tiap aplikasi dapat terdiri dari nol atau lebih activity. Selain sebagai
satuan interaksi dengan pengguna, Activity juga satuan eksekusi. Sebagai satuan
eksekusi, Activity selalu memiliki paling tidak satu buah thread, yakni thread
utama yang digunakan untuk memperbarui tampilan user-interface (UI Thread).
b.
Intent
Intent adalah isitilah yang digunakan dalam
pemrograman Android untuk mengacu pada mekanisme berbagi pesan pemberitahuan
atau bertukar data Activity atau untuk menjalankan aplikasi lain.
c.
Service
Service adalah komponen aplikasi yang berjalan
dibelakang layar tanpa user-interface
untuk menyediakan layanan tertentu seperti mengecek RSS feed secara continue. Service
tetap berjalan meski Activity mengendalikannya telah berhenti. Media player
adalah sebuah contoh aplikasi yang menggunakan Service.
d.
Content Provider
Content Provider membuat suatu
aplikasi dapat berbagi sejumlah data tertentu kepada aplikasi lain. Jika membutuhkan
data nama – nama kontak, aplikasi anda tinggal meminta data tersebut.
e.
Broadcast Receiver
Broadcast Receiver adalah
komponen yang memantau, menerima, dan bereaksi terhadap pesan yang disebarkan,
baik oleh system maupun aplikasi lain. Misalnya, ketika baterai lemah, Android
akan mengirim pesan “baterai lemah” kepada semua broadcast receiver yang ingin
diberitahu pesan ini. Untuk menggunakan receiver, melengkapi metode onReceiver(), dan mendaftarkannya di
AndroidManifest.xml atau dengan metode Conten.registerReceiver().
Instance broadcast receiver hanya valid selama pemanggilan metode onReceiver() sehingga anda tidak boleh
menyimpan referensi ke instance ini. Satu
hal yang dapat anda lakukan ketika onReceiver()
dipanggil adalah mewakilkannya kekomponen lain, misalnya dengan memanggil
metode startActivity() atau startService() milik Context.
No comments:
Post a Comment